;

Fakultas Hukum

Kabar Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Kisah Seorang anak dari Pulau Kalimantan berkelana di Pulau Jawa

~ Bereksplorasi Bersama Program MBKM Pertukaran Mahasiswa Merdeka Bacth 4 di Universitas Airlangga

    Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah sebuah program mobilitas mahasiswa selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman kebinekaan dan sistem alih kredit sebanyak 20 sks untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman.

    Saya Vera Dhea Amelia dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saya merupakan salah satu mahasiswa yang berhasil lolos dalam seleksi Progran MBKM Pertukaran Mahasiswa Merdeka Bacth 4 ke Universitas Airlangga. Disinilah Kisah Pertualangan saya di Universitas Airlangga dimulai.

    Pada hari Kamis, 01 Februari 2024, adalah hari dimulainya pertualangan di bumi Airlangga. Hari dimana saya bisa menggapai sebuah impian untuk menginjakkan kaki ke bumi Airlangga dan menempuh pembelajaran selama 1 semester sebagai mahasiswa Program MBKM Pertukaran Mahasiswa Merdeka Bacth 4 di Universitas Airlangga, Surabaya. Lolos dalam seleksi Program Pertukaran Mahasiswa adalah sebuah kebanggaan serta kebahagiaan bagi saya sendiri maupun keluarga saya.

    Tepat pada hari Sabtu, 03 Februari 2024, Universitas Airlangga melakukan sebuah kegiatan bersama para dosen dan rektor Universitas Airlangga dalam rangka penyambutan mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Bacth 4 dengan berjuta kemeriahan dan sambutan yang hangat. Universitas Airlangga menjadi tempat dimana  saya dipertemukan dengan teman-teman pertukaran mahasiswa dari berbagai daerah belahan Indonesia. Saya banyak bertemu dengan teman-teman dari pulau Sumatera, Sulawesi, Aceh, Bali, Bahkan daerah pulau Kalimantan yang bukan satu Universitas dengan saya. Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah salah satu cara saya untuk melatih interaksi baik dengan teman-teman yang tentu saja memiliki budaya dan kebiasaan yang beragam. Selain itu, kami saling berbagi cerita budaya, kebiasaan, adat istiadat, dan bahkan kami saling mengajarkan bahasa daerah dari berbagai macam pulau.

    Banyak pengalaman dan pembelajaran berharga yang saya dapatkan melalui kegiatan perkuliahan, Modul Nusantara, hingga budaya dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Perbedaan kebiasaan perkuliahan dengan Universitas Lambung Mangkurat, menjadi penambah wawasan yang bisa saya bawa pulang ke PTN asal saya. Selain itu, Kegiatan Modul Nusantara menjadi hal paling seru dan ditunggu-tunggu oleh kami, selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi pertualangan eksplorasi agar kami bisa mengetahui wisata bersejarah, maupun tempat-tempat wisata yang harus dikunjungi ketika berada di Surabaya.

~ PMM 4 Universitas Airlangga Peduli Lingkungan

    Salah satu yang unik selama berada disini, kami selalu disajikan makanan menggunakan daun pisang, besek, ataupun cobek/ulekan. Hal ini adalah salah satu cara untuk mengurangi penggunaan plastik dan lain sebagainya yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Program MBKM kali ini menjadi program yang berlandaskan Peduli Lingkungan, oleh karena itu kami berusaha untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik. Sajian makanan yang menggunakan besek menjadi sesuatu hal yang unik sekaligus implementasi terhadap peduli lingkungan dan menjaga bumi kita dari produksi besar-besaran sampah plastik. Mengurangi penggunaan sampah plastik adalah salah satu cara mencegah bencana banjir, pencemaran lingkungan, dan lain-lain. Kami juga melakukan kegiatan pembersihan di daerah hutan mangrove di sekitar pesisir pantai Kenjeran untuk mununjukkan aksi peduli lingkungan. Selain mengabdi untuk lingkungan, kami juga banyak belajar mengenai sejarah Arek-arek Suroboyo, Kerajaan Majapahit, berpetualang ke tempat-tempat bersejarah, dan bahkan kami juga belajar mencanting/Membatik tulis.

    Diluar kegiatan Program MBKM, saya dan teman-teman saya sering berkumpul bersama dan mengeksplor berbagai tempat serta melihat kebiasaan masyarakat Surabaya. Banyak hal yang membuat saya terkejut mengenai perbedaan kebiasaan masyarakat Surabaya dengan Masyarakat yang ada di daerah saya yaitu Banjarmasin. Perbedaan kebiasaan yang ada di masyarakat Surabaya mengharuskan saya beradaptasi dengan sekitar. Selain itu, terdapat banyak nilai moral juga yang bisa saya pelajari dari masyarakat Surabaya.

    Sejauh ini saya sudah banyak mendapat pembelajaran, pertualangan seru, dan banyak hal baru. Masih banyak lagi cerita seru yang harus saya eksplorasi selama 1 semester di Surabaya.


Ditulis Oleh: Vera Dhea Amelia